Bermain kesana kemari tak mengenal lelah dan waktu, adalah hal yang sangat wajar dilakukan anak-anak. Sebelum orang tua berteriak memanggil untuk segera pulang, mereka akan tetap bermain.
Itu pula yang aku alami, terjadi pula pada anak-anak seusiaku saat itu, dimanapun berada. Apakah kalian juga mengalaminya? Aku yakin kalian juga pasti mengalaminya kan?. Dan aku ingat saat itu usiaku baru menginjak 5 tahun. Memang benar ya di usia emas ini, bermain adalah hal yang sangat menyenangkan.
Menurut beberapa sumber yang aku baca, bermain akan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak dalam hal perkembangan sistem motorik, afektif, kognitif, spiritual dan keseimbangan. Juga sebagai salah satu sarana belajar anak yang baik. Jika kamu ingin penjelasan yang lebih rinci googling aja ya!! 😁
Aku ingat, permainan yang sangat aku sukai waktu itu adalah permainan petak umpet, permainan ini amat populer dimasanya. Oh ya salam, namaku Arif. Boleh saja namaku pendek hanya terdiri dari satu kata, namun mempunyai makna yang luas. Aku lahir disebuah desa kecil di ujung Priangan Timur. Ini lokasi lengkapnya Dsn. Leuweung Gede RT 06 RW 06 Kec. Rancah Kab. Ciamis Jawa Barat. Lengkapkan? Hanya kurang nomor rumah dan kode pos saja wkwkwk.
Nah jadi begini, sejak kecil aku hanya tinggal bersama Ibu dan Nenekku. Kalau ada yg bertanya "loh bapaknya kemana" bapakku ada, hanya saja kita sudah berbeda atap. Ya, sejak kecil ibu dan bapakku sudah berpisah, menjalani kehidupan masing-masing tak ada lagi ikatan sebagai suami dan istri. Walaupun begitu sebagai ayah, bapakku tetap bertanggung jawab atas kebutuhan dasar anaknya yaitu aku. Bahkan sampai saat ini aku tidak tahu alasan apa yg membuat kedua orang tuaku harus berpisah. Aku adalah korban keegoisan. Tapi sudahlah aku tak mau ambil pusing.
Itu pula yang aku alami, terjadi pula pada anak-anak seusiaku saat itu, dimanapun berada. Apakah kalian juga mengalaminya? Aku yakin kalian juga pasti mengalaminya kan?. Dan aku ingat saat itu usiaku baru menginjak 5 tahun. Memang benar ya di usia emas ini, bermain adalah hal yang sangat menyenangkan.
Menurut beberapa sumber yang aku baca, bermain akan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak dalam hal perkembangan sistem motorik, afektif, kognitif, spiritual dan keseimbangan. Juga sebagai salah satu sarana belajar anak yang baik. Jika kamu ingin penjelasan yang lebih rinci googling aja ya!! 😁
Aku ingat, permainan yang sangat aku sukai waktu itu adalah permainan petak umpet, permainan ini amat populer dimasanya. Oh ya salam, namaku Arif. Boleh saja namaku pendek hanya terdiri dari satu kata, namun mempunyai makna yang luas. Aku lahir disebuah desa kecil di ujung Priangan Timur. Ini lokasi lengkapnya Dsn. Leuweung Gede RT 06 RW 06 Kec. Rancah Kab. Ciamis Jawa Barat. Lengkapkan? Hanya kurang nomor rumah dan kode pos saja wkwkwk.
Nah jadi begini, sejak kecil aku hanya tinggal bersama Ibu dan Nenekku. Kalau ada yg bertanya "loh bapaknya kemana" bapakku ada, hanya saja kita sudah berbeda atap. Ya, sejak kecil ibu dan bapakku sudah berpisah, menjalani kehidupan masing-masing tak ada lagi ikatan sebagai suami dan istri. Walaupun begitu sebagai ayah, bapakku tetap bertanggung jawab atas kebutuhan dasar anaknya yaitu aku. Bahkan sampai saat ini aku tidak tahu alasan apa yg membuat kedua orang tuaku harus berpisah. Aku adalah korban keegoisan. Tapi sudahlah aku tak mau ambil pusing.
Kehidupanku dulu amatlah bahagia, ya mungkin karena aku tidak begitu memikirkan problema kehidupan. Yang ada di pikiranku hanyalah bersenang-senang dan bermain, sewajarnya anak kecil. Terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, ibuku hanyalah petani yang kadang bekerja serabutan sebagai asisten rumah tangga di dusun sebelah. Selagi ibu bekerja Neneklah yang setiap hari mengasuhku.
Rumahku kala itu berbentuk rumah panggung khas pedesaan suku Sunda tempo dulu. Dengan rangka utama kayu, berpondasi batu berebentuk kubus, dinding dari anyaman bambu yang biasa disebut bilik. Beralasakan papan dari pohon berkayu keras seperti Jati atau Mahoni. Kecuali dibagian dapur yang hanya berupa tanah. Sederhana sekali ya?
Untungnya desaku sudah teraliri listrik, meskipun aku tidak punya TV dan peralatan elektronik canggih lainnya. Jujur ya waktu itu aku hanya punya radio legend merek Nasional seperti ini wujudnya.
Hehe gimana masih ada yang punya? Oke balik lagi ke topik ya. Listrik membantuku dalam proses belajar. Bagaimana jadinya jika aku belajar atau mengerjakan PR pada malam hari tanpa listrik. Sejak usiaku genap 4 tahun aku memang sudah masuk TK. Dari rumah menuju lokasi belajarku cukup jauh kira-kira 6 KM jaraknya, namun itu tak membuatku malas untuk belajar. Tak menyurutkan niatku untuk mencari ilmu, malah aku senang karena berjalan kaki bersama teman-temanku menuju sekolah kami warnai dengan riuh canda dan tawa bersama, penuh obrolan khas anak-anak.
Bersambung....
![]() |
| Rumah panggung |
![]() |
| Radio Legend Merek National |
Bersambung....


